Gereja dan Lembaga Jejaring Bergerak Cepat Merespons Banjir Besar di Sumatera dan Aceh

Image

Rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada 24–25 November 2025 menimbulkan kerusakan luas dan situasi darurat berkepanjangan. Curah hujan ekstrem menyebabkan meluapnya sungai di berbagai wilayah, merusak ribuan rumah, fasilitas umum, rumah ibadah, serta memaksa lebih dari delapan ratus ribu jiwa mengungsi.

Dalam keadaan darurat ini, gereja-gereja dan lembaga kemanusiaan Kristen bergerak cepat memberikan bantuan. PGI, PGIW Sumatera Utara, JAKOMKRIS PBI, HKBP, HKI, GBKP, GKPI, GKLI, GPIB, GKI, GKSBS serta lembaga seperti YEU, PELKESI, Fondasi Hidup Indonesia (FH), CDRM & CDS, MDS Indonesia, REBANA Indonesia, dan jejaring lainnya terjun langsung mendukung para penyintas. Lima Pos Terpadu didirikan di wilayah-wilayah terdampak sebagai pusat pelayanan, koordinasi, dan dapur umum.

Bantuan yang diberikan mencakup makanan siap saji, air bersih, hygiene kit, perlengkapan hunian darurat, serta pendampingan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Di Sumatera Barat, dukungan besar juga mengalir ke pulau Siberut dan kawasan Padang yang terdampak banjir. Sementara itu, YEU masih melakukan asesmen lanjutan di Aceh untuk memperkuat respons selanjutnya.

Melalui kerja bersama ini, gereja menunjukkan solidaritasnya sebagai tubuh Kristus—hadir, menolong, dan menopang masyarakat yang sedang mengalami masa sulit. Semangat kolaborasi lintas denominasi menjadi kekuatan penting dalam memastikan para penyintas mendapatkan bantuan tepat waktu di tengah kondisi bencana yang terus berkembang.


Penulis: Marsen Sobang
Tanggal: 11 Desember 2025